Bagi sebagian tamu hotel, kamar yang terlihat rapi mungkin dianggap sebagai hasil dari satu jenis pelayanan housekeeping. Padahal, dalam operasional hotel terdapat beberapa layanan dengan fungsi yang berbeda, salah satunya Make Up Room dan Turndown Service.
Keduanya sama-sama berhubungan dengan kebersihan dan kenyamanan kamar, tetapi waktu pelaksanaan, tujuan, serta pekerjaan yang dilakukan oleh petugas housekeeping tidak sepenuhnya sama.
Make Up Room umumnya berkaitan dengan penataan dan pembersihan kamar selama tamu masih menginap, sedangkan Turndown Service lebih berfokus pada mempersiapkan kamar agar terasa nyaman ketika tamu kembali untuk beristirahat pada malam hari.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan Make Up Room dan Turndown Service? Apakah keduanya merupakan layanan yang sama? Dan mengapa hotel membutuhkan kedua jenis pelayanan tersebut?
Mari memahami perbedaannya dari sudut pandang operasional hotel sekaligus pengalaman tamu.
Make Up Room adalah proses penataan dan pembersihan kamar hotel yang dilakukan oleh petugas housekeeping selama periode menginap tamu.
Tujuan utamanya adalah menjaga kamar tetap bersih, rapi, nyaman, dan layak digunakan selama tamu berada di hotel.
Ketika tamu keluar kamar untuk bekerja, berwisata, menghadiri meeting, atau melakukan aktivitas lainnya, petugas housekeeping dapat masuk ke kamar sesuai prosedur hotel untuk melakukan pelayanan kamar.
Aktivitas Make Up Room dapat meliputi:
Dengan demikian, Make Up Room dapat dipahami sebagai pelayanan housekeeping untuk menjaga kondisi kamar tetap bersih dan tertata selama tamu menginap.
Berbeda dengan Make Up Room, Turndown Service merupakan pelayanan housekeeping yang umumnya dilakukan menjelang malam untuk mempersiapkan kamar sebelum tamu beristirahat.
Layanan ini lebih menitikberatkan pada kenyamanan malam hari dan pengalaman menginap, bukan sekadar membersihkan kamar secara menyeluruh.
Dalam praktiknya, petugas dapat melakukan beberapa pekerjaan seperti:
Detail pelayanan dapat berbeda antara satu hotel dengan hotel lainnya, terutama berdasarkan kelas hotel, SOP housekeeping, tipe kamar, dan standar pelayanan masing-masing properti.
Untuk memahami konsep Turndown Service secara lebih khusus, Anda juga dapat membaca artikel Asyana sebelumnya:
Apa Itu Layanan Turn Down Service di Hotel?
Meskipun sama-sama dilakukan oleh departemen housekeeping, Make Up Room dan Turndown Service memiliki tujuan yang berbeda.
Perbedaan tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek berikut.
| Aspek | Make Up Room | Turndown Service |
|---|---|---|
| Waktu pelayanan | Umumnya siang hingga sore | Umumnya sore hingga malam |
| Tujuan utama | Membersihkan dan merapikan kamar | Mempersiapkan kamar untuk istirahat |
| Fokus | Kebersihan dan kerapian | Kenyamanan dan kesiapan tidur |
| Kondisi kamar | Kamar ditata kembali untuk aktivitas harian | Kamar dibuat lebih nyaman untuk malam hari |
| Bed | Dirapikan dan dapat diganti linen sesuai kebutuhan | Dipersiapkan agar siap digunakan untuk tidur |
| Bathroom | Umumnya dibersihkan dan dilengkapi kembali | Biasanya dilakukan pengecekan atau penataan ringan sesuai SOP |
| Amenities | Dilengkapi sesuai kebutuhan | Dapat diberikan amenities tambahan tertentu |
| Sifat pelayanan | Bagian penting dari pelayanan housekeeping reguler | Lebih bersifat pelayanan tambahan atau khusus pada hotel tertentu |
Perlu dipahami bahwa tidak semua hotel menerapkan Turndown Service secara rutin. Sementara itu, Make Up Room merupakan bagian yang lebih umum dari operasional housekeeping hotel.
Salah satu perbedaan paling mudah dilihat adalah waktu pelayanan.
Make Up Room biasanya dilakukan pada siang hari ketika aktivitas housekeeping sedang berlangsung. Waktunya dapat disesuaikan dengan tingkat okupansi, status kamar, permintaan tamu, serta SOP hotel.
Sementara itu, Turndown Service dilakukan menjelang malam.
Contohnya:
Pagi–siang:
Tamu meninggalkan kamar → housekeeping melakukan Make Up Room → kamar kembali bersih dan rapi.
Sore–malam:
Tamu kembali atau akan kembali ke hotel → housekeeping melakukan Turndown Service → tempat tidur dan kamar dipersiapkan untuk beristirahat.
Karena itu, kedua layanan tersebut sebenarnya memiliki momen pelayanan yang berbeda.
Make Up Room memiliki tujuan utama menjaga kebersihan dan kerapian kamar.
Bayangkan seorang tamu menginap selama tiga malam. Setiap hari kamar digunakan untuk tidur, mandi, berganti pakaian, bekerja, dan menyimpan barang.
Tanpa pelayanan housekeeping, kondisi kamar tentu akan semakin tidak rapi.
Make Up Room membantu mengembalikan kamar ke kondisi yang lebih bersih dan nyaman.
Sementara itu, Turndown Service memiliki tujuan yang lebih spesifik, yaitu menciptakan transisi dari suasana siang menuju suasana istirahat malam.
Jadi secara sederhana:
Make Up Room = menjaga kamar tetap bersih dan rapi.
Turndown Service = mempersiapkan kamar agar nyaman untuk beristirahat.
Tempat tidur menjadi salah satu bagian yang paling mudah membedakan kedua pelayanan tersebut.
Pada Make Up Room, housekeeping dapat merapikan tempat tidur dan mengganti linen berdasarkan standar serta kebutuhan kamar.
Sedangkan pada Turndown Service, fokusnya adalah membuat tempat tidur siap digunakan untuk tidur pada malam hari.
Dalam hotel yang menerapkan Turndown Service secara lengkap, bed cover dapat dilipat atau diturunkan, bantal ditata, dan area sekitar tempat tidur dibuat lebih nyaman.
Dengan begitu, ketika tamu kembali ke kamar pada malam hari, mereka tidak perlu lagi menyiapkan tempat tidur.
Make Up Room biasanya memiliki cakupan pekerjaan yang lebih luas.
Petugas housekeeping dapat membersihkan beberapa area kamar sekaligus, termasuk:
Sementara Turndown Service cenderung memiliki aktivitas yang lebih terfokus.
Petugas tidak selalu melakukan pembersihan menyeluruh seperti ketika melakukan Make Up Room. Fokusnya lebih kepada room preparation untuk malam hari.
Karena itu, Turndown Service tidak seharusnya dianggap sebagai pengganti Make Up Room.
Tidak.
Keduanya merupakan pelayanan yang berbeda.
Jika sebuah hotel menyediakan kedua layanan tersebut, seorang tamu dapat memperoleh Make Up Room pada siang hari dan Turndown Service pada sore atau malam hari.
Contoh sederhananya:
Pukul 10.00–14.00
Housekeeping melakukan Make Up Room.
Kamar dibersihkan, tempat tidur dirapikan, kamar mandi dibersihkan, amenities dilengkapi, dan kondisi kamar dikembalikan menjadi bersih.
Pukul 18.00–21.00
Housekeeping melakukan Turndown Service.
Tempat tidur dipersiapkan, pencahayaan atau tirai ditata sesuai standar, dan kamar dibuat lebih nyaman untuk waktu istirahat.
Jadi, keduanya dapat saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Dari perspektif operasional hotel, memahami perbedaan Make Up Room dan Turndown Service penting untuk menentukan SOP, workload housekeeping, manpower, waktu pelayanan, serta standar guest experience.
Housekeeping tidak hanya bertugas membuat kamar terlihat bersih.
Departemen ini juga bertanggung jawab memastikan kamar berada dalam kondisi yang sesuai dengan kebutuhan tamu pada setiap periode.
Pada siang hari, kebutuhan tamu berbeda dengan malam hari.
Siang hari kamar digunakan untuk berbagai aktivitas. Karena itu, kebersihan dan kerapian menjadi prioritas.
Pada malam hari, kebutuhan utama tamu berubah menjadi kenyamanan untuk beristirahat.
Inilah alasan mengapa konsep Turndown Service hadir sebagai bagian dari pelayanan housekeeping pada hotel tertentu.
Tidak selalu.
Turndown Service lebih sering ditemukan pada hotel yang memiliki standar pelayanan tertentu, terutama properti yang ingin memberikan pengalaman menginap lebih personal atau premium.
Namun, penerapannya dapat berbeda-beda.
Ada hotel yang menyediakan Turndown Service untuk seluruh kamar, ada yang hanya menyediakan pada tipe kamar tertentu, dan ada pula yang memberikannya berdasarkan permintaan atau paket tertentu.
Sementara itu, Make Up Room jauh lebih umum karena merupakan bagian penting dari pemeliharaan kebersihan kamar selama tamu menginap.
Karena itu, jangan menganggap bahwa setiap hotel yang menyediakan Make Up Room otomatis menyediakan Turndown Service.
Agar lebih mudah dipahami, bayangkan Anda menginap selama dua malam di sebuah hotel.
Anda keluar kamar untuk menghadiri meeting.
Housekeeping masuk sesuai prosedur dan melakukan Make Up Room.
Tempat tidur dirapikan, kamar mandi dibersihkan, handuk yang diperlukan diganti, sampah dibuang, serta amenities dilengkapi.
Ketika kembali, kamar sudah bersih dan rapi.
Anda kembali setelah makan malam.
Jika hotel menyediakan Turndown Service, housekeeping dapat mempersiapkan tempat tidur agar lebih nyaman digunakan.
Lampu atau tirai dapat disesuaikan sesuai standar pelayanan, sementara area sekitar tempat tidur ditata.
Anda kemudian dapat langsung beristirahat.
Dari contoh tersebut terlihat bahwa Make Up Room dan Turndown Service bekerja pada kebutuhan tamu yang berbeda.
Tidak tepat jika keduanya dibandingkan berdasarkan mana yang lebih penting.
Keduanya memiliki fungsi masing-masing.
Make Up Room lebih fundamental untuk menjaga standar kebersihan kamar, sedangkan Turndown Service memberikan lapisan pelayanan tambahan yang berfokus pada kenyamanan malam hari.
Jika harus menentukan prioritas dalam operasional housekeeping, kebersihan kamar tentu merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.
Turndown Service kemudian dapat menjadi bagian dari guest experience yang membuat pelayanan hotel terasa lebih lengkap.
Bagi tamu, perbedaan tersebut mungkin terlihat sederhana.
Namun dalam industri hospitality, detail kecil dapat memberikan pengaruh besar terhadap pengalaman menginap.
Kamar yang bersih membuat tamu merasa nyaman.
Kamar yang sudah dipersiapkan untuk tidur membuat tamu merasa diperhatikan.
Inilah salah satu prinsip penting dalam hospitality: pengalaman tamu tidak hanya dibentuk oleh fasilitas besar, tetapi juga oleh detail pelayanan yang konsisten.
Hotel dengan fasilitas lengkap sekalipun tetap membutuhkan operasional housekeeping yang baik agar pengalaman tersebut benar-benar dirasakan tamu.
Dari sisi housekeeping, kedua layanan tersebut juga membutuhkan koordinasi yang baik.
Housekeeping perlu mengetahui:
Koordinasi tersebut penting agar petugas tidak mengganggu privasi tamu.
Sebagai contoh, kamar dengan tanda Do Not Disturb tentu tidak dapat diperlakukan sama seperti kamar yang meminta pelayanan housekeeping.
Karena itu, kualitas housekeeping bukan hanya ditentukan oleh seberapa bersih kamar tersebut, tetapi juga seberapa tepat pelayanan diberikan pada waktu dan kondisi yang tepat.
Jika Anda sedang mempelajari dunia perhotelan, Make Up Room dan Turndown Service hanyalah sebagian kecil dari istilah yang digunakan dalam operasional hotel.
Status kamar, misalnya, juga memiliki berbagai istilah yang penting dipahami oleh hotelier, front office, maupun housekeeping.
Anda dapat membaca artikel berikut untuk memahami lebih banyak mengenai status kamar:
17 Status Kamar Hotel: Pengertian, Jenis, dan Cara Pengelolaannya yang Baik dan Benar
Sementara bagi calon hotelier atau mahasiswa perhotelan, memahami alur kerja housekeeping juga dapat membantu memahami bagaimana setiap departemen hotel saling berhubungan.
Make Up Room dan Turndown Service bukanlah layanan yang sama.
Make Up Room berfokus pada membersihkan, merapikan, dan menjaga kondisi kamar selama tamu menginap, sedangkan Turndown Service berfokus pada mempersiapkan kamar agar lebih nyaman digunakan untuk beristirahat pada malam hari.
Perbedaan utamanya dapat dirangkum sebagai berikut:
Pada akhirnya, keduanya memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman menginap yang nyaman. Make Up Room menjaga kualitas kamar sepanjang hari, sedangkan Turndown Service membantu memberikan pengalaman istirahat yang lebih nyaman pada malam hari.
Jika Anda ingin memahami pelayanan hotel secara lebih luas, membaca berbagai artikel edukasi perhotelan Asyana dapat menjadi referensi untuk mengenal istilah, prosedur, dan pengalaman yang umum ditemui ketika menginap di hotel.
Untuk kebutuhan menginap, Asyana Hotels Group memiliki beberapa pilihan properti, termasuk Asyana Kemayoran Jakarta yang merupakan hotel bintang 3 dengan 131 kamar, serta Asyana Sentul Bogor.
Pilih hotel Asyana di Jakarta, Bogor, atau Lombok dan temukan kamar yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan Anda.