Tips

Waspada! 12 Cara Menghindari Penipuan Berkedok Hotel Saat Booking Online

Perkembangan teknologi membuat proses booking hotel semakin mudah. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul berbagai modus penipuan berkedok hotel yang semakin canggih. Mulai dari website palsu, akun media sosial tiruan, hingga permintaan transfer ke rekening pribadi.

Banyak calon tamu yang tertipu karena tergiur harga murah atau promo besar-besaran. Agar Anda tidak menjadi korban berikutnya, berikut panduan lengkap dan profesional untuk mengenali serta menghindari penipuan hotel.

Modus Penipuan Berkedok Hotel yang Paling Sering Terjadi

Sebelum membahas cara menghindarinya, penting untuk mengetahui pola umum penipu:

  1. Website hotel palsu menyerupai website resmi
  2. Akun Instagram/Facebook tiruan mengatasnamakan hotel
  3. Penawaran diskon besar dengan syarat transfer langsung
  4. WhatsApp mengaku sebagai admin reservasi hotel
  5. Invoice palsu dengan logo hotel terkenal
  6. Permintaan pembayaran ke rekening pribadi

Modus ini sering terjadi pada hotel populer atau hotel yang sedang ramai promo.

12 Cara Menghindari Penipuan Berkedok Hotel

1. Booking Melalui Website Resmi Hotel

Pastikan Anda memesan kamar melalui website resmi hotel. Perhatikan domain website, biasanya menggunakan domain profesional seperti .com atau .co.id.

Contoh hotel yang memiliki website resmi terpercaya:

Periksa apakah terdapat sertifikat keamanan (HTTPS).

2. Gunakan OTA Terpercaya

Jika tidak yakin dengan website hotel, gunakan Online Travel Agent terpercaya seperti:

Platform tersebut memiliki sistem pembayaran aman dan perlindungan konsumen.

3. Hindari Transfer ke Rekening Pribadi

Hotel profesional umumnya menggunakan:

Jika diminta transfer ke rekening pribadi atas nama individu, patut dicurigai.

4. Periksa Review dan Reputasi Hotel

Cek ulasan hotel di:

Jika hotel benar-benar ada, pasti memiliki jejak digital dan review dari tamu sebelumnya.

5. Waspada Diskon Tidak Masuk Akal

Diskon 70–90% di luar musim promo resmi patut dicurigai. Penipu sering menggunakan harga sangat murah untuk memancing korban.

6. Verifikasi Nomor Telepon Resmi

Cocokkan nomor WhatsApp atau telepon dengan nomor yang tercantum di:

Jangan percaya hanya dari chat pribadi.

Baca : Pemberitahuan Asyana Group

7. Cek Alamat Fisik Hotel

Pastikan hotel benar-benar ada secara fisik melalui Google Maps atau Street View.

8. Jangan Mudah Tergiur Promo Flash Sale Mendadak

Penipu sering menciptakan rasa urgensi:

“Promo hanya berlaku 30 menit!”
“Kamar tinggal 1 lagi!”

Hotel profesional jarang memaksa tamu untuk transfer dalam waktu sangat singkat.

9. Periksa Format Invoice

Invoice resmi biasanya mencantumkan:

Invoice dengan desain asal-asalan perlu diwaspadai.

10. Gunakan Metode Pembayaran Aman

Gunakan kartu kredit atau payment gateway yang memiliki sistem chargeback jika terjadi penipuan.

11. Hubungi Hotel Secara Langsung

Jika ragu, hubungi hotel langsung melalui nomor resmi di website mereka dan konfirmasi promo atau reservasi.

12. Jangan Bagikan Data Pribadi Sembarangan

Hindari memberikan:

Hotel profesional tidak akan meminta OTP Anda.

Tanda-Tanda Website Hotel Palsu

Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terlanjur Tertipu?

  1. Segera hubungi bank untuk pemblokiran rekening
  2. Simpan bukti transfer dan percakapan
  3. Laporkan ke pihak berwajib
  4. Laporkan akun tersebut di media sosial
  5. Edukasi orang lain agar tidak menjadi korban berikutnya

Kesimpulan

Penipuan berkedok hotel semakin canggih dan sulit dibedakan dari yang asli. Namun dengan kewaspadaan dan langkah yang tepat, Anda dapat menghindari risiko tersebut.

Selalu lakukan reservasi melalui website resmi atau OTA terpercaya, jangan mudah tergiur harga murah, dan hindari transfer ke rekening pribadi.

Keamanan dalam booking hotel bukan hanya tanggung jawab pihak hotel, tetapi juga kewaspadaan calon tamu.